Tell the Story Day dan Halal Bihalal Berlangsung Meriah

Kantor pusat Morinda Bioactives Jakarta pada Kamis (30 Agustus) silam meriah dan marak. Ratusan IPC (Bioaktivis) datang untuk mendengarkan acara Tell the Story yang dipandu oleh dr Suwardi, setelahnya diikuti dengan halal bihalal dengan staf dan manajemen Morinda Jakarta.

Acara dibuka oleh Job Kus Devianof, Business Development Manager Morinda dilanjutkan dengan testimonial.

Tell the Story Day selalu menjadi acara yang menarik dan dinantikan. Mengapa? Pasalnya acara ini berisi testimonial dari mereka yang telah mengonsumsi TNBB dan memetik manfaatnya untuk kesehatan. Seperti kisah Ibu Nelly yang meneruskan bisnis suaminya sebagai Bioaktivis. “Suami saya meninggal. Saya akhirnya memutuskan bisnis ini karena menjanjikan,” ujar Bu Nelly.

 

Dia mengisahkan cucunya yang berusia 2 tahun, sering batuk pilek dan kerap mengonsumsi obat dari dokter. Suatu ketika Ibu Nelly menemui Dokter Suwardi untuk menanyakan apakah boleh memberikan TNBB kepada anak dua tahun. “Ternyata boleh. Saya mencobanya satu sendok setiap hari. Setelah diberikan selama seminggu, batuk pileknya stop. Untuk menjaga staminanya, saya tetap memberikan satu sendok setiap hari. Ternyata frekuensi batuk pileknya berkurang jauh,” kisah Bu Nelly.

Terkait hal ini Dokter Suwardi menanggapi, TNBB mengandung nutrisi untuk pembentukan sel-sel baru, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Terpenting, TNBB ini aman dikonsumsi usia berapa pun asalkan sesuai dosis.

 

Testimonial lain berasal dari perempuan mungil berkerudung yang harus menghadapi kenyataan memiliki benjolan di payudara kanan (2 benjolan) dan payudara kiri (1 benjolan). “Awalnya yang saya rasakan nyeri yang amat sangat di kanan kiri payudara. Saya putuskan USG 4D di rumah sakit terdekat. Dokter memvonis saya terkena tumor stadium 3. Saya stres. Di tubuh sekecil ini kok ada benjolan tumor 3 sekaligus. Dokter kemudian meresepkan obat untuk saya konsumsi,” ujar  Eka Suprihatin yang mengaku suka sekali mengonsumsi junk food sejak kecil.

Selain benjolan di payudara, ternyata Eka juga mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di leher. “Saya sampai tak bisa bangun karena sakitnya tak tertahankan,” ujarnya.

Demi mengejar kesembuhan, Eka menuruti nasihat konsumsi daun ambon dari seseorang. “Saya melakukannya. Tapi tidak berhasil juga. Saya makin stres, berat badan turun hingga 5 kg. Dokter menyarankan untuk operasi tapi saya tak berani,” ujarnya.

Hingga suatu ketika ada yang menyarankannya mengonsumsi TNBB untuk mengempiskan benjolan di payudaranya. “Dalam sehari saya minum TNBB 3 x 8 gelas dalam sehari. Jadi total 24 gelas. Hal itu saya lakukan selama 3 bulan tanpa putus. Alhamdulillah, benjolan di payudara mengempis. Benjolan yang dulunya teraba nyata, kini tak ada lagi. Demikian pula benjolan di leher ikut mengempis,” ujar Eka dengan raut wajah lega.

Menanggapi hal ini, Dokter Suwardi mengatakan TNBB mengandung bioaktif alami, yaitu iridoid yang bekerja dengan cara mengaktifkan kerja enzim untuk memperbaiki sel-sel yang sakit. “Jika sel sakit nutrisi tidak bisa masuk, racun tidak bisa keluar. Nah, TNBB bekerja di tingkat sel ini dengan mengaktifkan sel-sel sehat dan memperbaiki sel yang sakit,” ujar Dokter Suwardi seraya menambahkan pola hidup sehat sangat berperan proses penyembuhan penyakit.

Usai testimonial,  dilanjutkan dengan sekapur sirih dari Sartana, Country Manager Morinda.  Sartana yang akrab disapa Pak Ton mengingatkan bahwa libur telah usai. “Saatnya bekerja kembali. Tak lupa segenap staf dan manajemen Morinda Independen menyampaikan maaf lahir batin. Kami selalu berusaha untuk memperbaiki diri untuk selalu lebih baik,” kata Pak Ton.

 

Pak Ton juga menyampaikan pencapaian Morinda sekarang ini tak lepas dari peran Founder, Leader juga IPC (Bioaktivis). Terkait dengan kolaborasi yang baik antara manajemen dan IPC, Pak Ton mengungkapkan, salah satunya adalah menciptakan marketing planyang mudah dipahami siapa saja.

“Saya pernah mempelajari marketing plan perusahaan network marketing lain. Ternyata sulit dicerna dan dipahami. Jika dari marketing plan-nya saja sulit dipahami, bagaimana akan menularkan hal ini kepada orang lain?” kata Pak Ton.

Bukti lain bahwa bisnis di Morinda bekerja, kata pak Ton, sejumlah IPC mampu membeli mobil dan rumah berkat membangun bisnis bersama Morinda. “Rumah itu masih mereka tempati, mobilnya juga ada. Ini bukti nyata bahwa dengan bekerja keras, menjalankan bisnis di Morinda dan sukses, bisa dilakukan siapa saja,” ujar Pak Ton.

Dalam kesempatan itu Pak Ton memutarkan video tentang seorang pria Nganjuk, Jawa Timur yang tampil di sebuah program televisi swasta di Jakarta. Pria tersebut, Purwadi, terlahir dari keluarga yang sangat miskin namun memiliki tekad kuat untuk keluar dari belenggu kemiskinan yang membelit dia dan keluarganya.

Purwadi kecil bertekad menempuh pendidikan tinggi, karena tiada biaya, dengan mencari beasiswa. Kuliahnya di Universitas Gadjah Muda misalnya, dibiayai oleh Pemkab Nganjuk. Untuk menghemat biaya, Purwadi tinggal di masjid UGM dengan menjadi takmir masjid. Tekadnya untuk menempuh pendidikan tinggi sekuat baja. Saat di UGM ada seminar yang melibatkan tokoh-tokoh penting, Purwadi berusaha memperkenalkan diri. Dia beranggapan, suatu ketika tokoh-tokoh penting itu akan memuluskan jalannya menemph S2 dan S3. Anggapan itu tak meleset. Di usia 30, Purwadi telah menggondol gelar Doktor.

“Itu kisah yang sangat menginspirasi. Siapa saja berhak untuk sukses, jika ada kemauan dan berusaha kuat untuk mewujudkannya. Jika ada kemauan pasti ada jalan. Pertemanan bisa jadi bekal berharga untuk bisa mencapai sukses,” ujar Pak Ton.

Kesuksesan di Morinda bukanlah sekadar isapan jempol. Morinda Independen telah memiliki 48 Diamond dan 1500 IPC yang memiliki level yang setara dengan manajer. “Tak sampai 3 tahun berkiprah di Morinda mereka telah mencapai kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Pak Ton memberikan langkah demi langkah untuk mencapai sukses:

1.       Punya tujuan/impian dengan sikap positif

2.       Meyakini keunggulan Morinda yang bisa digunakan sebagai wahana untuk mencapai sukses. Mau belajar dari keberhasilan para Leader yang akan digunakan sebagai cara untuk mengukur kemampuan diri.

3.       Membuat daftar nama/prospecting, termasuk memanfaatkan jaringan pertemanan/networking, dengan mengikuti kegiatan kumpul-kumpul misalnya arisan, pengajian, reuni, atau membuat grup di Blackberry atau Facebook untuk meluaskan jaringan.

4.       Mengundang, mendampingi dan bersedia mengajari downline yang tengah merintis bisnis.

Acara ditutup dengan halal bihalal dan makan bersama. Konsumsi yang lezat sudah disediakan Morinda untuk menjamu segenap undangan yang hadir. Teruslah bersemangat, di mana ada kemauan, pasti ada jalan!

 

View full post on Blog Article

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

Connect with Facebook

(required)

(required)